PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG

SMK NEGERI 1 LUMAJANG
Jl. HOS Cokroaminoto No. 161 Lumajang

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya serta kemudahan yang diberikan, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Penelitian “PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG” ini.
Laporan Penelitian ini kami selesaikan karena amanah yang diberikan kepada kami dari guru IPA SMK Negeri 1 Lumajang sebagai tugas semester ganjil.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat sebagai bahan ajar untuk generasi berikutnya. Dan memberi pengalaman untuk kami.

Lumajang, 9 Oktober 2011
Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah 3
1.2. Rumusan Masalah 3
1.3. Tujuan Penelitian 3
1.4. Hipotesis Penelitian 3
Bab II Tinjauan Pustaka 4
Bab III Bahan Dan Metode Kerja 6
Bab IV Hasil dan Analisis 6
Bab V Kesimpulan 11
Daftar Pustaka 12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang Masalah
Tanaman merupakan salah satu komponen biotik, di alam lingkungan sebagai suatu kesatuan, ekosistem sehingga dengan demikian kehidupan tanaman tentu saja tergantung dari interaksi faktor lingkungan lainnya. Alam lingkungan yang terdiri dari lingkungan biotik (hidup) dan abiotik (mati) mempunyai peranan yang sama pentingnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Lingkungan abiotik yang berupa air, temperatur, kelembaban, cahaya dan unsur hara merupakan beberapa contoh unsur abiotik yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Adanya ketergantungan tanaman pada lingkungan biotik maupun abiotik beserta semua proses biokimia dan fisiologi tubuh tanaman menunjukkan adanya faktor pembatas dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Akibat kekurangan air pada musim kemarau ratusan ribu hektar tanaman jagung mengalami puso/gagal panen. Namun, dari beberapa jenis varietas jagung hibrida yang ditanam tersebut tidak semuanya mengalami kegagalan total dimana ada satu varietas yang paling tahan terhadap musim panas (keadaan kering) yaitu varietas jagung hibrida BISI-2. Meskipun hasilnya jauh menurun dibandingkan kondisi normal atau potensi hasilnya, namun varietas tersebut masih mampu menghasilkan 2 – 3 ton/ha. Mengapa demikian? Morfologi jagung BISI–2 yang memiliki perakaran dalam serta di dalamnya mengandung koloid yang mampu mengikat air, sehingga dapat mengurangi resiko kematian tanaman akibat kekurangan air. Dari permasalahan di atas maka penulis merasa tertarik untuk meneliti “PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG”.

1.2. Rumusan Masalah
Apakah perlakuan pemberian kadar air yang berbeda – beda memberikan pengaruh terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan tanaman jagung.

1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman jagung
2. Mengetahui pengaruh kadar air terhadap perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif tanaman jagung

1.4. Hipotesis Penelitian
Pemberian kadar air yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap
perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif tanaman jagung.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jagung merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku makanan ternak. Kebutuhan akan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia.
Jagung merupakan bahan dasar / bahan olahan untuk minyak goreng, tepung maizena, ethanol, asam organic, makanan kecil dan industri pakan ternak. Pakan ternak untuk unggas membutuhkan jagung sebagai komponen utama sebanyak 51, 4 %. Tanaman jagung mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap tanah, baik jenis tanah lempung berpasir maupun tanah lempung dengan pH tanah 6 -8. Temperatur untuk pertumbuhan optimal jagung antara 24-30 °C. Tanaman jagung pacta masa pertumbuhan membutuhkan 45-60 cm air. Ketersediaan air dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk buatan yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan akar, kerapatan tanaman serta untuk melindungi dari rumput liar dan serangan hama.
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus: : Zea
Spesies Zea mays L.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya.
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis tidak mampu memproduksi pati sehingga bijinya terasa lebih manis ketika masih muda.
Khasiat jagung antara lain pembangun otot dan tulang, baik untuk otak dan sistem syaraf, mencegah konstipasi, menurunkan risiko kanker dan jantung, mencegah gigi berlubang, serta minyaknya dapat menurunkan kolesterol darah.

Kandungan gizi jagung :
1. Energi 150,00kal
2. Protein 1,600g
3. Lemak 0,60g
4. Karbohidrat 11,40g
5. Kalsium 2,00mg
6. Fosfor 47,00mg
7. Serat 0,40g
8. Besi 0,30m,g
9. Vit A 30,00 RE
10. Vit B1 0.07mg
11. Vit B2 0,04mg
12. Vit C 3,00mg
13. Niacin 0,60mg.

Air memiliki banyak fungsi bagi pertumbuhan tubuh tanaman. Salah satunya, yaitu berfungsi untuk melarutkan unsur-unsur hara yang tetrserap. Manfaat yang begitu besar, sehingga air sering disebut faktor pembatas dari pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

BAB III
BAHAN DAN METODE KERJA

Alat dan Bahan :
Polibag, jagung, aqua gelas, air bersih
Metode kerja :
1. Diisi tiap polibag dengan tanah dan pasir dengan prbandingan 1 : 1, dan banyaknya media tiap polibag sama, dan diberi label.
2. Direndam terlebih dahulu biji jagung yang akan ditanam selama 15 menit
3. Ditanam biji jagung kedalam polibag yang masing masing polibag diisi 5 biji jagung
4. Disiram tanaman jagung setiap harinya sesuai dengan perlakuan yang diberikan
5. Dibuang gulma yang tumbuh dalam polibag

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Praktikum / Data

A. Jumlah biji yang berkecambah
Adapun hasil yang didapatkan dalam praktikum ini adalah:
PERLAKUAN JUMLAH BIJI YANG BERKECAMBAH Rata-rata
1,5 Gelas 5 5 5 4 4 4,6
1 Gelas 5 5 3 3 4 4
0,5 Gelas 3 3 4 4 5 3’8

B. Jumlah Daun
Adapun hasil jumlah daun dalam praktikum ini adlah pada dasarnya hampir sama hanya saja berbeda pada warna daun. Pada pralkuan dengan kadar air 1 ½ gelas warna daun lebih hijau dari pada perlakuan dengan kadar air 1 gelas dan ½ gelas. Warna daun dengan kadar air 1 glas lebih hijau dari pada perlakuan ½ gelas.

C. Tinggi Tanaman
Tanaman dengan perlakuan 1 ½ gelas lebih tinggi dibandingkan tanaman dengan perlakuan 1 gelas dan ½ gelas, tetapi tanaman 1 gelas lebih tinggi dari tanman dengan kadar air ½ gelas.

Analisis
Praktikum yang telah dilakukan, menunjukkan hasil yang menyatakan bahwa tumbuhan dengan pemberian kadar air yang berbeda maka akan menunjukkan pertumbuhan yang berbeda pula. Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan data bahwa kadar air yang optimal adalah perlakuan dengan kadar air 1 ½ gelas., yaitu terlihat dari daya perkecambahan tanaman jagung, warna daun dan tinggi tanaman. Dalam hal ini, data mungkin tidak terlalu valid karena tidak ada data mengenai berat kering dari tanaman tersebut karena berat kering tersebut merupakan parameter yang tepat untukj menentukan bahwa pertumbuhanya optimal atau tidak.
Suplay air sebagai faktor pembatas. Air memiliki fungsi yang vital bagi mahluk hidup, tidak terkecuali tanaman. Hal ini erat kaitannya sebagai bahan dasar yang akan digunakan pada proses fotosintesis yang merupakan proses fisiologi tanaman untuk pembentukan karbohidrat (gula). Kebutuhan suplai air bagi setiap jenis tanaman tentu saja berlainan. Selain memiliki fungsi sebagai bahan dasar fotosintesis, air juga memiliki beberapa fungsi untuk tanaman antara lain : (1) sebagai pelarut, (2) media tranportasi unsur hara dari akar ke daun, (3) hasil fabrikasi daun keseluruh bagian tanaman, (4) pengatur tekanan turgor, (5) proses pembelahan dan pembesaran sel dan (6) untuk perkecambahan.
Hubungan antar fungsi air dan resistensi tanaman terhadap kekeringan yaitu air dapat menurunkan atau mentralkan temperatur (suhu ) tanaman, hal ini karena air memiliki massa jenis. Tanaman yang memiliki jaringan koloid hydrophilic akan lebih mampu menurunkan dan menetralkan suhu tanaman dibandingkan tanaman yang tidak punya jaringan tersebut. Hal ini karena jaringan koloid hyrdophilic memiliki massa jenis yang besar.
Ketersediaan air dalam tubuh tanaman diperoleh melalui proses fisiologis absorbsi. Sedangkan hilangnya air dari permukaan bagian-bagian tanaman melalui proses fisiologi, evaporasi dan transpirasi. Tanaman dengan kondisi daun penuh akan mengabsorbsi air dalam jumlah besar, demikian pula akan mengalami kehilangan air (transpirasi) yang banyak.
Bila suplay air berlangsung pada tingkat yang normal maka akan menjamin kestabilan tekanan turgor dalam guard cell yang mana berkaitan dengan proses membukanya stomata. Dengan demikian, difusi CO2 berlangsung dengan baik, sehingga proses pembentukkan karbohidrat akan berjalan normal untuk menjamin kestabilan tumbuh dari tanaman. Sebaliknya, bila tanaman mengalami kekurangan suplai air sedangkan proses transpirasi berlangsung cepat maka yang terjadi adalah kekurangan jumlah air dalam tanaman.
Mengingat pentingnya suplai air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang berkaitan dengan proses absorbsi dan transpirasi, maka kita perlu mengetahui faktor apa saja yang menentukan tingkat aktivitas kedua proses tersebut. Keadaan suplai air ditentukan dua proses yaitu absorbsi dan transpirasi. Absorbsi ini sendiri dipengaruhi oleh faktor tanah yang terdiri dari jumlah air tanah yang tersedia, jarak rembesan, kecepatan gerak air serta suplai oksigen (O2) dalam tanah dan faktor tanaman yang terdiri dari kekuatan absorbsi akar rambut dan kedalaman/kerapatan akar rambut tanaman. Sedangkan tranpirasi dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang terdiri dari cahaya, kelembaban, suhu serta kecepatan angin dan faktor tanaman yang dipengaruhi luas permukaan tanaman, keadaan guard cell (stomata) serta kekuatan menahan air dari jaringan tanaman.

Pengaruh Absorbs
1. Jumlah air yang tersedia
Kapasitas menahan air dari setiap tanah tidak sama, hal ini tergantung dari tekstur dan kandungan bahan organik tanah. Tanah yang memiliki tekstur baik serta mengandung bahan organik yang cukup akan lebih mampu menahan air dibandingkan dengan tanah-tanah yang mengandung sedikit bahan organik. Biasanya tanah-tanah dengan kandungan bahan organik tinggi akan memiliki kapasitas menahan air empat kali dibandingkan tanah yang bertekstur liat . Tidak semua jumlah air yang berada dalam tanah dapat dikatakan tersedia (available) untuk segera digunakan oleh tanaman. Keadaan air tersedia yang terdapat dalam tanah yang rendah akan mengakibatkan tanaman menjadi layu meskipun diadakan penambahan air ke dalam tanah, karena air tersebut diikat oleh koloid tanah.
PROSES TERJADINYA KELAYUAN TANAMAN
Kelayuan tanaman erat hubungannya dengan sel-sel tanaman yang bersangkutan. Pada kondisi normal (A), sel tanaman berbentuk kompak dimana setiap ruang selnya terisi penuh. Sedangkan pada kondisi layu (B), tingginya proses transpirasi yang tidak dibarengi dengan absorsi air menyebabkan persediaan air untuk sel-sel tanaman berkurang. Akibatnya bentuk sel tanaman akan mengkerut yang mengakibatkan terjadinya kelayuan tanaman.
2.Jarak Rembesan
Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya kesimpulan bahwa pergerakan atau jarak rembesan air tersedia di dalam tanah rata-rata 65 – 100 cm. Dengan jarak rembesan tersebut jelas akan berpengaruh pada penyerapan zat hara maupun air bila tanaman memiliki morfologi perakaran yang pendek. Apalagi bila terjadi musim kemarau maka jarak rembesan air dalam tanah bisa lebih dalam lagi, akibatnya tanaman yang memiliki perakaran pendek dan dangkal akan mengalami kekeringan.
3.Kecepatan gerak air
Kecepatan pergerakan air dari tanah yang mengandung lebih banyak koloid biasanya akan lebih lambat. Tanah tekstur pasir, kecepatan pergerakan air akan lebih cepat, oleh karena nya secara kontinyu harus ada supplay air hujan atau irigasi untuk dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada tingkat normal. Konsenstrasi larutan tanah berpengaruh terhadap kecepatan pergerakan air dalam tanah. Tanah yang memiliki lebih rendah konsentrasi dalam kondisi terlarut akan memiliki tingkat kecepatan pergerakan air yang lebih tinggi dari tanah permukaan ke daerah akar rambut.
4.Persediaan oksigen (O2) dalam tanah
Kebanyakan semua jenis tanaman menghendaki persediaan oksigen yang cukup. Oksigen tersebut bermanfaat bagi absorsi air oleh akar rambut tanaman. Berdasarkan beberapa percobaan yang dilakukan menunjukkan bahwa apabila ketersediaan oksigen tidak mencukupi sehingga digantikan peranannya oleh Nitrogen dan CO2, maka proses absorsi air akan berkurang malah dapat terhenti sama sekali. Dengan demikian tanah dengan drainase dan aerasi yang baik tentunya menjamin pula lancarnya absorbsi air ke dalam tanaman.
5.Kekuatan absorsi akar rambut tanaman
Peristiwa absorbsi air dan unsur hara ke dalam akar rambut, terjadi melalui peristiwa osmosis melalui selaput semi -permeable. Dengan kata lain hanya air dan mineral dalam bentuk ion yang dapat melakukan osmosis, sedangkan air dengan kandungan organik tidak. Peristiwa osmosis ini terjadi pada akar rambut dimana di dalam akar rambut banyak terdapat karbohidrat (gula). Apabila kandungan gula tinggi maka akan mengakibatkan lebih sedikit kandungan air dalam sel akar rambut. Dengan demikian tanaman yang memiliki kemampuan aktivitas fotosintesis lebih tinggi akan memungkinkan lebih lancarnya proses absorbsi air dan unsur hara ke dalam akar rambut.
Proses Transpirasi
1.Cahaya
Cahaya mempunyai hubungan langsung dengan proses fotosintesis dalam menghasilkan karbohidrat, untuk digunakan dalam proses respirasi sampai dihasilkan energi dalam bentuk ATP.
C6H12O2 + O2 CO2 + H2O + ATP
2.Suhu
Keadaan pergerakan molekul ditentukan oleh temperatur atau suhu. Makin tinggi suhu, maka akan mepercepat proses kehilangan air dari tanaman dan sebaliknya.
3. Kecepatan angin
Pergerakan udara akan menyebabkan terjadinya angin, dimana makin tinggi tingkat pergerakan udara atau makin kencangnya angin, akan mengakibatkan makin cepatnya molekul uap air keluar dari jaringan tanaman.
4. Luas permukaan tanaman
Secara logika dapat dibayangkan bahwa semakin luas bagian permukaan tanaman akan mengakibatkan makin tingginya transpirasi.
5.Keadaan guard cell (stomata)
Keadaan suplai air yang cukup akan mempengaruhi guard cell dalm proses membuka menutupnyanya stomata. Apabila dalam kondisi setengah terbuka atau lebih pada siang hari maka proses transpirasi akan berlangsung lebih cepat.
6.Kekuatan menahan air dalam jaringan tanaman
Di dalam jaringan tanaman terdapat koloid yang diantaranya terdapat koloid-koloid yang berkemampuan untuk mengikat dan menahan air, biasanya disebut hydrophillic coloid. Air yang diikat oleh koloid -koloid tersebut disebut bound water yang akan membeku di bawah suhu 0oC dan menguap diatas 100oC. Tanaman yang memiliki jumlah koloid hydropllic yang tinggi biasanya tahan terhadap kekeringan.

Fenomena Transpirasi pada Tanaman
Proses naiknya air dalam tumbuh-tumbuhan mulai dari bagian akar (akar rambut) yang terdiri dari sel2 tunggal. Dengan proses osmosis, air tanah merembes ke sel-sel ini. Meningkatnya tekanan turgor sel tanaman menghasilkan tekanan akar yang mampu mengangkut air ke batang. Namun pergerakan bergram-gram air ke batang dan pokok batang mengdorong pengeluaran cairan pada tepi daun. Gerakan ini diakibatkan transpirasi, yaitu penguapan air lewat berjuta-juta pori di permukaan daun. Bila dalam keadaan kemarau, maka supllai air yang kurang ditunjang transpirasi tinggi menyebabkan kelayuan pada tanaman karena air yang ada selalu menguap
Pengaruh Kelebihan Air bagi Tanaman
Pengaruh langsung dari kelebihan supplai air terhadap pertumbuhan tanaman adalah :
1. Membesarnya ukuran sel, ukuran internode menjadi tidak normal, tanaman tidak kokoh, dan tidak terjadi pertumbuhan yang vigorous sehingga mudah diserang penyakit.
2. Bila air yang tergenang selama beberapa hari dapat menyebabkan akar tidak dapat melaksanakan respirasi normal aerob namun terjadi respirasi anaerob. Keadaan seperti ini akan menyebabkan tingginya kadar alkohol dalam tubuh tanaman yang selanjutnya akan meracuni tanaman.

BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa air memiliki peranan yang sangat penting dalam perkecambahan dan pertumbuhan tanaman karena air bersifat vital maka jika suatu tanaman kekurangan air ataupun kelebihan air maka akan berdampak negative pada tanaman itu sendiri. Dari perlakuan yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa kadar air yang optimal dan memberikan pertumbuhan maksimal adalah perlakuan dengan kadar air 1 ½ gelas.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung – Tembolok – Mirip. 30 juli 2009
Anonim. 2009. http://ptsingosari.com. 30 juli 2009
Anonim. 2009. http://www.tempo.co.id/medika/arsip/092002/hor-1.htm – Cached – Similar
Anonim. 2009. qlikers.wordpress.com/makalahq/ – Tembolok – Mirip
Faridah, siti Nur. 2003. Analisis Kebutuhan Air Tanaman Jagung (zea mays, l.) Pada Berbagai Umur Tanaman. Diakses tanggal 30 juli 2009
Laksmiarti, turniani Dan Herti Maryani. 1991. Tetap Sehat di Usia Lanjut Dengan Gizi Sehat. Diakses tanggal 30 juli 2009
Purbayanti E.D dan Sri Andani. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Sutopo, lita. 1988. Teknologi Benih. Rajawali
Tjionger’s, Menas. 2009. Esensialitas Air bagi Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung http://www.tanindo.com/abdi15/hal1801.htm – Tembolok – Mirip. Diakses tanggal 30 juli 2009

2 thoughts on “PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s